BSY7GfrlBSA9BSAiGSOpTfdp
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Suhardi Hadiri Mukerda III MUI DKI Bahas Masa Depan Keumatan Jakarta


Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, Suhardi, S.Th.I., M.Pd., menghadiri sesi diskusi Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bertajuk “Menyongsong Lima Abad Jakarta: Masa Depan Kota dan Khidmah Keummatan” di Hotel Santika Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai arah pembangunan keumatan di tengah perubahan Jakarta. Salah satu isu yang mengemuka ialah kebutuhan meningkatkan kualitas dai agar aktivitas dakwah mampu menjangkau persoalan masyarakat perkotaan yang semakin kompleks.

Dalam diskusi, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menilai kapasitas dai tidak cukup dibangun melalui penguasaan materi keagamaan. Para dai juga perlu memahami perubahan sosial, karakter masyarakat urban, serta perkembangan kanal komunikasi yang membentuk pola konsumsi informasi publik.

“Jakarta menuju lima abad adalah perjalanan panjang yang harus kita isi dengan ikhtiar dan gagasan untuk masa depan,” kata Suhud.

Gagasan tersebut mengarah pada kebutuhan membangun ekosistem dakwah yang melibatkan berbagai unsur secara terintegrasi. Penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi dai, serta pemanfaatan teknologi komunikasi dinilai menjadi bagian penting agar dakwah tetap relevan dengan dinamika masyarakat Jakarta.

Suhud juga menyoroti pentingnya sertifikasi dai dan peningkatan kapasitas para influencer dakwah. Perubahan lanskap digital membuat pesan keagamaan tidak lagi hanya disampaikan melalui ruang-ruang konvensional, tetapi juga melalui berbagai platform yang menjangkau masyarakat secara luas dan cepat.

Dalam perspektif pembangunan kota, ia menilai kemajuan Jakarta perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih utuh. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur perlu berjalan bersama penguatan nilai sosial serta kehidupan keumatan.

“Kota yang maju bukan hanya tentang pembangunan, tetapi juga tentang warganya yang hidup rukun, sejahtera, dan bermartabat,” ujarnya.

Mukerda III MUI DKI Jakarta berlangsung selama dua hari dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dan tokoh organisasi Islam. Ketua Umum MUI DKI Jakarta Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron atau Gus Faiz hadir bersama jajaran. Selain itu, turut mengikuti forum ini tokoh dan pimpinan lintas organisasi kemasyarakatan Islam tingkat wilayah Jakarta. (hij/cha)

Type above and press Enter to search.