BSY7GfrlBSA9BSAiGSOpTfdp
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Pimpin Doa Bersama HUT RI ke-81 di Jakarta, Suhardi Ajak Santri isi Kemerdekaan dengan Belajar


Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Yayasan Marhamah Pondok Pesantren Hidayatullah DKI Jakarta Timur diisi dengan kegiatan wirid dan doa bersama pada Senin, 17 Agustus 2026. Momentum tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual santri sekaligus ruang untuk meneguhkan kesadaran kebangsaan dalam suasana peringatan kemerdekaan.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, Suhardi, S.Th.I., M.Pd., hadir dan memimpin doa bersama para santri. Ia menyampaikan doa untuk keselamatan bangsa serta kesehatan Presiden Republik Indonesia dan jajaran Kabinet Merah Putih agar senantiasa memperoleh bimbingan dan kasih sayang Allah SWT dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Ia juga mengajak para santri memaknai kemerdekaan melalui kesungguhan dalam menempuh pendidikan dan mempersiapkan kapasitas diri.

Di hadapan para santri, Suhardi menyampaikan pesan pentingnya menjadikan masa pendidikan sebagai tahap pembentukan generasi yang memiliki kompetensi sekaligus karakter. Menurut Suhardi, santri memiliki posisi penting dalam menyiapkan diri menghadapi masa depan Indonesia, sehingga proses belajar tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Dalam acara bersama santri itu, Suhardi mengajak mereka mengisi kemerdekaan dengan belajar bersungguh-sungguh sebagai bagian dari persiapan menjadi generasi emas Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya membangun kedisiplinan dan memperkuat moral sebagai fondasi kehidupan.

"Bangun kedisiplinan, serta kuat moral sebagai modal utama menjadi pejabat di masa depan," pesan Suhardi kepada para santri, seraya menegaskan pendidikan sebagai salah satu bentuk konkret pengisian kemerdekaan. 

Bagi lingkungan pesantren, Suhardi menambahkan, proses pendidikan tersebut berlangsung melalui perpaduan antara pembelajaran, pembinaan keagamaan, pembentukan kedisiplinan, dan penguatan tanggung jawab sosial. (hjk/cha)

Type above and press Enter to search.