BSY7GfrlBSA9BSAiGSOpTfdp
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Ketua Hidayatullah DKI Jakarta Dorong Dialog Lintas Agama Menjangkau Masyarakat Akar Rumput


Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Suhardi, S.Th.I., M.Pd., mengusulkan agar kegiatan dialog lintas agama diperluas hingga ke tingkat kelurahan, kecamatan, bahkan lingkungan masyarakat. Menurutnya, upaya membangun kerukunan tidak cukup berhenti pada forum para pemimpin agama atau organisasi, tetapi perlu dihadirkan langsung di tengah kehidupan warga agar nilai toleransi tumbuh menjadi budaya yang hidup dalam keseharian.

Gagasan tersebut disampaikan Suhardi dalam Dialog Lintas Agama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Hotel Orchard Industri, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Forum itu mempertemukan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen menjaga harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

"Jika dialog dan silaturahmi lintas agama dilakukan secara berjenjang hingga tingkat akar rumput, maka keakraban dalam keberagaman akan tumbuh menjadi budaya dan karakter masyarakat. Dengan begitu, toleransi tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," ujar Suhardi.

Selain mendorong perluasan ruang dialog, Suhardi juga mengusulkan agar organisasi sayap kepemudaan FKUB kembali diaktifkan. Menurutnya, generasi muda perlu dilibatkan sejak dini dalam berbagai aktivitas FKUB karena merekalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan menjaga semangat kerukunan di masa depan.

Ia menilai keterlibatan anak muda akan memperkuat pemahaman mengenai pentingnya saling menghormati di tengah perbedaan. Dengan ruang partisipasi yang lebih luas, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami konsep toleransi secara teoritis, tetapi juga mengamalkannya melalui interaksi sosial yang positif.




Dalam dialog tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Adib, M.Ag., dan Bendahara Umum MUI Provinsi Jakarta, Dr. KH. Abi Ichwanudin, M.Si., menegaskan bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama memiliki peran strategis sebagai wadah membangun komunikasi dan memperkuat harmoni antarpemeluk agama melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kedua narasumber menjelaskan bahwa keberagaman merupakan realitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, kerukunan harus terus dipelihara sebagai modal sosial dalam membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, dan penuh kepercayaan.

Mereka juga menekankan bahwa FKUB tidak bertujuan menyamakan ajaran setiap agama. Sebaliknya, forum tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi titik temu antarkomunitas, sehingga kerja sama dan rasa saling menghargai dapat terus berkembang.

Melalui usulan memperluas dialog hingga tingkat akar rumput serta penguatan peran generasi muda, Suhardi berharap semangat persatuan tidak hanya hadir dalam forum resmi, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dalam menjaga keutuhan bangsa yang beragam. (cha/den)

Type above and press Enter to search.