BSY7GfrlBSA9BSAiGSOpTfdp
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Suhardi Pulang Kampung Menjelang Idulfitri 1447, Sapa Tokoh dan Sampaikan Taushiyah Ramadan


TOLITOLI --
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jakarta Suhardi Sukiman, S.Th.I., M.Pd., pulang kampung menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H dengan membawa seluruh anggota keluarganya ke Desa Liu 2, Dusun Tinigi, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. 

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi dengan masyarakat setempat. Pada kesempatan shalat Subuh berjamaah di Masjid Darul Hijrah, Kamis (12/3/2026), Suhardi menyampaikan taushiyah kepada jamaah yang hadir.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana Ramadhan 1447 H, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang dijalani umat Islam di seluruh dunia dengan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pada fase akhir Ramadhan, umat Islam memasuki sepuluh malam terakhir yang secara tradisional dipandang memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi. 

Dalam literatur keislaman, periode ini juga dikenal sebagai waktu yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.

Dalam taushiyahnya di hadapan jamaah Subuh Masjid Darul Hijrah, Suhardi Sukiman mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ia menyampaikan bahwa fase akhir Ramadhan merupakan waktu yang secara khusus dianjurkan untuk diisi dengan penguatan amalan spiritual.

“Ramadhan adalah kesempatan yang Allah berikan setiap tahun kepada umat Islam untuk memperbaiki diri. Terlebih pada sepuluh hari terakhir, yang memiliki keistimewaan dan peluang besar untuk meraih malam Lailatul Qadar,” ujar Suhardi di hadapan jamaah.

Ia juga menyampaikan bahwa Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah puasa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. 

Menurutnya, berbagai kegiatan ibadah yang dilakukan secara berjamaah di masjid dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Kehadiran Suhardi di Desa Liu 2 pada awal hari tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan pulang kampung yang telah dilakukannya secara rutin menjelang Idulfitri. 

Melalui kesempatan itu, suami Tuti Darwati ini menyempatkan diri untuk bertemu warga sekaligus menyampaikan pesan keagamaan dalam suasana Ramadhan yang sedang berlangsung.[]

Type above and press Enter to search.