BSY7GfrlBSA9BSAiGSOpTfdp
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Milad ke-38 Majalah Hidayatullah, Suhardi Dorong Inovasi dan Penguatan Misi Peradaban


Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Suhardi Sukiman, S.Th.I., M.Pd., menyampaikan tahniah dan apresiasi atas Milad ke-38 Majalah Hidayatullah yang diperingati pada Mei 2026. Sejak pertama kali terbit pada Mei 1988, Majalah Hidayatullah telah menjadi salah satu media dakwah dan pemikiran Islam yang konsisten mengawal isu-isu keumatan, kebangsaan, dan peradaban.

Suhardi menilai perjalanan selama hampir empat dekade merupakan capaian penting yang menunjukkan kemampuan sebuah media untuk bertahan, berkembang, dan terus memberikan kontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, usia 38 tahun merupakan fase produktif yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

“Atas nama keluarga besar Hidayatullah Jakarta, kami menyampaikan selamat Milad ke-38 kepada Majalah Hidayatullah. Milad kali ini adalah momentum untuk memperkuat peran sebagai media dakwah, media edukasi, dan media peradaban yang terus relevan menjawab kebutuhan umat,” ujar Suhardi dalam keterangannya saat ditemui di Jakarta Timur pada Ahad (31/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa lanskap media saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Transformasi digital, perkembangan teknologi informasi, serta perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menuntut setiap media untuk terus berinovasi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasarnya. Dalam konteks tersebut, Suhardi memandang Majalah Hidayatullah memiliki modal historis dan ideologis yang kuat untuk tetap menjadi rujukan umat Islam Indonesia.

“Usia 38 tahun adalah usia produktif. Pada fase ini, Majalah Hidayatullah harus semakin inovatif dalam penyajian konten, semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi tetap teguh memegang prinsip sebagai media rujukan umat yang membawa misi persatuan dan peradaban,” katanya.

Menurut Suhardi, salah satu tantangan terbesar dunia media saat ini adalah derasnya arus informasi yang sering kali tidak diimbangi dengan kualitas literasi dan verifikasi yang memadai. Karena itu, kehadiran media yang konsisten mengedepankan akurasi, pendidikan publik, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan serta keislaman menjadi semakin penting.

Ia juga menilai bahwa perjalanan panjang Majalah Hidayatullah tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para pendiri, jurnalis, editor, penulis, dan seluruh pihak yang selama ini menjaga keberlangsungan media tersebut. Dedikasi mereka telah melahirkan ruang informasi yang tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kesadaran intelektual dan sosial di tengah masyarakat.


“Media yang besar bukan hanya diukur dari usia atau jumlah pembacanya, tetapi dari kemampuannya menghadirkan manfaat, membangun optimisme, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai-nilai peradaban. Saya melihat semangat itu terus hidup dalam perjalanan Majalah Hidayatullah,” ungkap Suhardi.

Suhardi berharap Majalah Hidayatullah terus berkembang sebagai media yang mampu menjembatani gagasan, memperkuat ukhuwah, serta menjadi referensi terpercaya bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

"Milad ke-38 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk terus menghadirkan jurnalisme yang mencerahkan, mendidik, dan berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan peradaban," tandasnya.

Type above and press Enter to search.