BSY7GfrlBSA9BSAiGSOpTfdp
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Hidayatullah Jakarta Kenang Jejak Ustadz Endang Abdurrahman dalam Dakwah Keluarga dan Pendidikan


KETUA Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Suhardi Sukiman, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Anggota Dewan Murabbi Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Endang Abdurrahman, S.Ag., pada Jumat, 15 Mei 2026. Almarhum dikenal sebagai sosok pendidik dan dai yang selama hidupnya aktif membina umat, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga dan pendidikan generasi muda.

Di sela sela takziyahnya ke kediaman almarhum di Bandung, Suhardi Sukiman kepada media ini menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian almarhum di jalan dakwah. 

“Kami kehilangan seorang murabbi, pendidik, dan sosok ayah bagi banyak generasi muda. Almarhum Ustadz Endang Abdurrahman telah mewakafkan hidupnya untuk dakwah dan pembinaan umat dengan penuh ketulusan,” ujar Suhardi.

Menurutnya, almarhum tidak hanya dikenal di lingkungan Hidayatullah Jawa Barat, tetapi juga di berbagai daerah karena kiprahnya dalam pendidikan dan pembinaan keluarga Muslim. Selain aktif berdakwah, Ustadz Endang juga pernah menjadi dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya. Peran tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam menggabungkan dakwah, pendidikan, dan pembinaan karakter umat melalui pendekatan akademik dan keteladanan kehidupan sehari-hari.

Suhardi mengenang almarhum sebagai pribadi yang penuh perhatian terhadap perkembangan generasi muda. “Beliau selalu hadir sebagai guru yang mendengarkan, membimbing, dan menguatkan. Banyak anak muda merasa dekat dengan beliau karena cara beliau mendidik tidak hanya dengan nasihat, tetapi juga dengan keteladanan,” katanya.

Salah satu gagasan penting yang terus disuarakan almarhum, lanjut Suhardi, adalah pentingnya kesalehan orang tua dalam membangun masa depan anak-anak. Dalam banyak kesempatan pembinaan keluarga, Ustadz Endang menekankan bahwa pendidikan anak tidak bisa dipisahkan dari kualitas pribadi ayah dan ibu di rumah. 

“Beliau selalu mengatakan bahwa orang tua harus berpayah-payah menjadi suami dan istri yang shalih-shalihah, karena itulah bekal utama anak-anak. Anak akan meniru apa yang dilihatnya setiap hari,” ungkap Suhardi.

Bagi Suhardi, inisiatif dakwah pada isu keluarga yang selama ini dilakoni almarhum memiliki relevansi kuat dalam konteks sosial modern. Berbagai penelitian pendidikan keluarga menunjukkan bahwa lingkungan rumah menjadi ruang pertama pembentukan karakter anak. Keteladanan orang tua dalam perilaku, komunikasi, dan praktik kehidupan sehari-hari berpengaruh besar terhadap perkembangan moral dan emosional anak. 

"Almarhum selalu mengingatkan bahwa anak memiliki kecenderungan belajar melalui imitasi terhadap figur yang paling dekat dengannya, terutama ayah dan ibu," katanya.

Suhardi menilai bahwa perhatian almarhum terhadap isu ketahanan keluarga menunjukkan keluasan pandangan dakwah yang tidak berhenti pada ceramah keagamaan, tetapi menyentuh akar pembentukan masyarakat. “Beliau memahami bahwa keluarga adalah fondasi utama peradaban. Jika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat. Karena itu beliau sangat menekankan pendidikan akhlak dan keteladanan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Ucapan duka dan penghormatan atas wafatnya Ustadz Endang Abdurrahman juga datang dari berbagai kalangan kader Hidayatullah dan para murid yang pernah mendapatkan pembinaan langsung darinya. Banyak yang mengenang almarhum sebagai sosok sederhana, penuh perhatian, dan istiqamah dalam membina umat hingga akhir hayatnya.

Suhardi Sukiman mengajak seluruh kader Hidayatullah untuk melanjutkan semangat pengabdian almarhum dalam dakwah dan pendidikan keluarga. “Warisan terbesar beliau bukan hanya kata-kata, tetapi teladan hidup yang telah ditinggalkan. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutup Suhardi. (ybh/adm)

Type above and press Enter to search.