Bendahara DPW Hidayatullah DKI Jakarta, M. Deden Sugianto, mengapresiasi dorongan afirmasi pemerintah terhadap madrasah swasta yang dikelola organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Baginya, perhatian terhadap madrasah tidak semata menyangkut dukungan terhadap lembaga pendidikan, tetapi juga investasi terhadap pembentukan generasi yang memiliki kompetensi, karakter keislaman, dan tanggung jawab kebangsaan.
Pandangan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Ormas Islam di Mega Anggrek Hotel, Jakarta Barat, Jumat (25/9/2026).
Forum yang mengangkat tema “Membangun Pendidikan Islam Bermutu: Penguatan Peran Ormas Islam dalam Ekosistem Madrasah” itu menghadirkan Anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa sebagai pemantik pembahasan.
Erwin mendorong pemerintah memperbesar afirmasi bagi madrasah swasta, termasuk melalui dukungan anggaran, peningkatan kualitas guru, sertifikasi, dan infrastruktur. Ia menilai madrasah perlu memiliki kemampuan menjawab perkembangan teknologi dan tuntutan kualitas pendidikan tanpa kehilangan fondasi kebangsaan.
“Madrasah tidak boleh berjalan sendiri. Peran Ormas Islam seperti Hidayatullah, sangat vital. Tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga membentuk generasi madrasah yang cinta tanah air, toleran, dan berjiwa kebangsaan. Itulah pendidikan bermutu yang kita inginkan,” tegas Erwin.
Bagi Deden, arah kebijakan tersebut relevan dengan perjalanan Hidayatullah yang tumbuh dari tradisi pendidikan Islam. Ia menempatkan peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan sekaligus kontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Hidayatullah lahir dari madrasah dan pesantren. Bagi kami, membangun pendidikan bermutu adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada bangsa. Sosialisasi 4 Pilar ini memperkuat komitmen kami bahwa mendidik santri berarti juga mendidik calon penjaga NKRI,” ujarnya.
Forum tersebut turut melibatkan DPD Hidayatullah se-DKI Jakarta, Pemuda Hidayatullah, Muslimat Hidayatullah, Komunitas Ojol Mengaji, Gerakan Mahasiswa Hidayatullah, Guru Rumah Qur’an, dan Majelis Qur’an Hidayatullah.
Pembahasan mengemuka pada sejumlah tantangan, antara lain kesenjangan kualitas pendidik, akses teknologi, serta kebutuhan kurikulum yang mengintegrasikan nilai keislaman dengan wawasan kebangsaan. Dalam konteks tersebut, afirmasi dipandang berkaitan dengan penguatan kapasitas lembaga, bukan sekadar penambahan pembiayaan.
Deden menegaskan kesiapan Hidayatullah bersinergi dengan negara. Kolaborasi antara pemerintah dan ormas, menurut kerangka pembahasan forum, dapat memperluas akses terhadap pendidikan Islam yang bermutu sekaligus memperkuat peran madrasah dalam membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan memiliki orientasi pengabdian kepada bangsa. (cha/afq)
FOTO FOTO:







