BSY7GfrlBSA9BSAiGSOpTfdp
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Muslimat Hidayatullah Jaksel Semarakkan Hari Solidaritas Hijab Sedunia di Tebet Eco Park


Ruang terbuka hijau Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi muslimah dan masyarakat umum dalam semarak Hari Solidaritas Hijab Sedunia (HSJD) 2026, Sabtu (19/9/2026).

Mengusung tema “Hijabku Identitasku: Menjadi Muslimah Berdaya dengan Hijab”, kegiatan yang digelar Muslimat Hidayatullah (Mushida) Pengurus Daerah Jakarta Selatan tersebut memadukan dakwah, edukasi, silaturahmi, aksi sosial, serta kampanye hijab secara ramah di ruang publik.

Kegiatan diisi dengan berbagi hijab dan pakaian muslimah layak pakai, short interview bersama pengunjung, gathering dan talkshow muslimah, sekaligus pengenalan program sosial Muslimat Hidayatullah Jakarta Selatan.

Ketua Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Jakarta Selatan, Febri Yusnaini, mengatakan peringatan HSJD tidak semata-mata diarahkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menguatkan kembali pemahaman masyarakat mengenai makna hijab sekaligus menghadirkan kepedulian sosial yang dapat dirasakan secara langsung.

“Jilbab merupakan bagian dari syariat Islam yang menjadi wujud ketaatan seorang muslimah kepada Allah SWT. Lebih dari sekadar busana, jilbab memiliki makna ibadah, kehormatan, identitas, dan komitmen seorang muslimah dalam menjalankan ajaran Islam,” ujar Febri dalam sambutannya.

Menurutnya, HSJD menjadi momentum penting untuk menumbuhkan solidaritas terhadap muslimah berhijab sekaligus menghadirkan dakwah yang edukatif, inspiratif, aplikatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang dakwah yang hangat dan menyenangkan. Ada edukasi, silaturahmi, berbagi hijab, kepedulian sosial, sekaligus memperkenalkan kiprah Muslimat Hidayatullah kepada masyarakat,” katanya.

Hijab sebagai Identitas dan Pesan Spiritual

Pesan tersebut semakin mengemuka dalam sesi Gathering & Talkshow Muslimah yang menghadirkan Bunda Aisyah, Founder Vanilla Hijab, sebagai narasumber.

Dalam sesi talkshow, Bunda Aisyah, advisor Vanilla Hijab, mengajak peserta memaknai hijab bukan sekadar sebagai busana, tetapi bagian dari perjalanan ketaatan seorang muslimah.

Ia menyampaikan bahwa berjilbab merupakan kewajiban bagi muslimah sekaligus ikhtiar untuk menata hati, membentuk kepribadian, dan menumbuhkan ketakwaan. 

Menurutnya, kehadiran dua ibu yang belum berjilbab dalam kegiatan tersebut juga dapat menjadi momentum untuk membuka ruang hidayah dan kebaikan.

Bunda Aisyah juga berpesan agar muslimah, khususnya di usia senja, semakin memperkuat aktivitas spiritual melalui kajian ilmu, memperhatikan kesehatan dan nutrisi, serta menjaga keseimbangan aktivitas fisik. 

Pengusaha perempuan yang kini telah berusia 68 tahun itu turut mendorong kebiasaan mengonsumsi madu asli, memperbanyak doa untuk anak, dan ikhlas dalam bersedekah.

“Pada akhirnya, seluruh ilmu dan amal yang kita jalani adalah bekal untuk mempersiapkan akhir kehidupan, agar kita dapat menghadap Allah SWT dalam keadaan husnul khatimah," katanya.

Suasana talkshow berlangsung interaktif. Kehadiran kegiatan di ruang publik membuat pesan tentang hijab dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat yang sebelumnya tidak secara khusus datang untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

Hal itu salah satunya dirasakan Adinda, warga Jakarta Selatan yang sedang berolahraga di Tebet Eco Park.

“Saya sangat senang, acaranya positif banget. Kebetulan saya sedang menikmati udara segar di Taman Tebet, lalu tertarik dengan adanya acara Hari Solidaritas Hijab Sedunia. Pematerinya seru dan saya juga dapat hadiah hijab gratis,” ujar Adinda.

Dakwah yang Hadir di Tengah Masyarakat

Pemilihan Tebet Eco Park sebagai ruang kegiatan juga memberi warna tersendiri. Taman yang berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, memang menjadi salah satu ruang publik yang digunakan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, dan berkegiatan komunitas.

Karena itu, kegiatan HSJD dirancang tidak eksklusif bagi peserta internal organisasi. Pengurus Muslimat Hidayatullah Jakarta Selatan membuka ruang interaksi dengan pengunjung taman melalui pembagian hijab dan pakaian muslimah layak pakai serta edukasi ringan mengenai makna hijab.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat rangkaian HSJD Muslimat Hidayatullah di berbagai wilayah Indonesia yang tahun ini diisi dengan beragam bentuk aksi sosial, edukasi, berbagi hijab, dan kampanye di ruang publik.

Bagi Muslimat Hidayatullah Jakarta Selatan, dakwah di ruang publik menjadi upaya untuk mempertemukan pesan keislaman dengan realitas kehidupan masyarakat secara lebih komunikatif.

Selain berbagi hijab, kegiatan juga memperkenalkan program Sedekah Jumat Mushida Jakarta Selatan sebagai salah satu bentuk kontribusi sosial yang diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Enam Pesan Utama HSJD 2026

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mencapai sejumlah tujuan, yakni menggemakan semangat solidaritas terhadap muslimah berhijab, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hijab sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah SWT, menghadirkan kampanye hijab yang edukatif dan ramah di ruang publik, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagi hijab dan pakaian layak pakai.

Selain itu, kegiatan menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah antara pengurus Muslimat Hidayatullah se-DKI Jakarta dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan kiprah dan program sosial Muslimat Hidayatullah Jakarta Selatan.

Momentum HSJD sendiri secara internasional diperingati setiap 4 September dan dikaitkan dengan semangat solidaritas terhadap muslimah yang mengenakan hijab serta penghormatan terhadap kebebasan menjalankan keyakinan. 

Pada 2026, Muslimat Hidayatullah juga menggelar rangkaian HSJD di berbagai daerah dengan tema besar “Muslimah Berhijab: Wujud Ketaatan, Pilar Kemuliaan.”

Dari Tebet, Hijab Dihadirkan sebagai Pesan Kebaikan

Bagi Muslimat Hidayatullah Jakarta Selatan, Hari Solidaritas Hijab Sedunia bukan sekadar momentum untuk berbicara tentang selembar kain yang dikenakan seorang muslimah.

Lebih dari itu, HSJD menjadi ruang untuk mempertemukan nilai, identitas, spiritualitas, solidaritas, dan kepedulian sosial dalam satu gerakan yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Gathering & Talkshow Muslimah HSJD 2026, Muslimat Hidayatullah PD Jakarta Selatan berupaya menghadirkan wajah dakwah yang edukatif, komunikatif, dan humanis—dengan membuka ruang dialog, memperkuat silaturahmi, berbagi manfaat, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Dari ruang hijau Tebet, pesan itu menemukan bentuknya, hijab bukan hanya dikenakan, tetapi dimaknai; bukan hanya menjadi identitas, tetapi dihidupkan melalui ketakwaan, keberdayaan, dan kepedulian kepada sesama. (fj/20)

FOTO FOTO:
















Type above and press Enter to search.